Saturday, August 10, 2019
Sunday, August 4, 2019
Tuesday, July 9, 2019
Saturday, February 10, 2018
Jika Saya Presiden Dirjen Pajak Saya Bubarkan
Ketidak puasan masyarakat terhadap pelayanan negara saat ini cendrung membengkak dari pada puasnya. Tentunya pasti ada masalah yang menjadi penyebabnya, wajar-wajar saja jika masyarakat beragumen dan berharap ada respon, maupun memiliki pendapat sendiri, namanya juga negeri demokrasi.
Nah, sekarang sudah berapa puluh tahun kita melawati batas itu. Tapi mengapa masyarakat khususnya saya masih merasa di jajah ?. Itu karena saya anggap negara kita tidak pede, kurang mandiri dan hanya mengadopsi sistem jajahan yang menyedot darah, lendir dari tubuh sendiri.
Tidak jarang kita melihat pemberitaan masih banyak warga miskin, warga terlantar, pengangguran, rumah tidak layak, pengemis, gembel, anak putus sekolah, bahkan warga tidak bisa berobat akibat tidak punya biaya.
Di sisi lain, masyarakat dibebankan dengan se-gudang pajak yang terus dijejalkan sejak lahir hingga mati masuk ke Liang Lahat. Mungkin cita-cita saya terlalu tinggi untuk menjadi presiden, tapi mungkin ide saya, bisa menjadi morfin bagi masyarakat berfikir atau penerus saya mendatang.
Banyaknya pajak dibuat hanya untuk menghasilkan peluh keringat, membuat masyarakat capek dan jenuh. Stop perbudakan mental, masyarakat bukan lagi aset sumber kekayaan pribadi. Pajak bumi bangunan, pajak kendaraan, pajak penghasilan, Pajak pemakaman Umum, pajak, pajak, pajak dan Pajak.
Membuat kaum ibu-ibu sering bertengkar dengan suaminya di rumah. Warga di doktrin lebih penting pajak dari pada kenyamanan, keamanan, serta santapan pagi bersama keluarga. Selama ini warga terus diprogram oleh beragam informasi, "Fungsi Pajak Membangun Negara" Faktanya, seluruh perusahaan yang dibangun dan di kelola negara di negeri ini seperti renternir dan vampir yang selalu menghisap darah setiap korbannya.
Listrik negara bayar, gas subsidi negara bayar, sekolah negara bayar, kuliah negara bayar, jalan tol bayar, transportasi umum negara bayar, telekomunikasi negara bayar, rumah sakit negara bayar, semuanya tidak ada yang gratis.
Masa saya mendatang tidak akan ada lagi pajak, pajak, pajak. Sistem kita membuat masyarakat sekarat, penerapan pajak sama dengan memenggal kepala saudara sendiri. Di masa depan, hanya ada pengelola uang negara, semua warga berhak mendapat uang negara yang di dapat dari bumi mereka sendiri.
Hasil pengolahan Kekayaan alam di bagi rata, deportasi semua perusahaan asing, negara monopoli semua bidang, mandiri di masa mendatang. Semua masyarakat di jadikan pegawai negara, walau dalam kandungan sudah mendapat upah.
Pembangunan merata dilakukan, masyarakat merangkap pegawai sekaligus pemilik negara. Mereka bisa diberdayakan dalam semua bidang, pembangunan, budi daya, perkebunan, teknologi, keamanan, meliter, dengan satu visi dan misi, demi Kesejahteraan bersama.
Anda bebas berimajinasi dan mengungkapkan ekpresi untuk menyongsong masa mendatang. Mungkin begitulah segelintir impian yang tersandung dalam kata-kata. Semoga menjadi kenyataan.
Saturday, May 28, 2016
Arwah Bidan Cantik Leolita, Minta Pembunuhnya ditangkap
Awalnya kecurigaan keluarga korban muncul dari keganjilan atas penemuan jenazah korban yang tergantung pada seutas tali nilon di palang pintu rumah dinasnya.
Keluarga korban menyatakan, kejagalan ditemukan pada bekas jeratan penuh yang melingkar pada leher korban, sedangkan tali tersebut hanya menggantung di leher bagian depan.
Informasi yang dihimpun pihak keluarga korban saat penemuan jenazah, pintu depan rumah dinas tersebut terkunci dari depan. Sedangkan pemegang kunci ada tiga orang, satu di rekan korban dan satu lagi di asisten maneger kebun.
"Kami tidak menemukan kunci pintu dari dalam rumah, padahal saat dibuka pintu di dobrak," kata Jaya keluarga korban (28/5/2016). Sembari menuturkan, jemuran korban tetap terjemur rapih di depan rumah dan semua kondisi lampu menyala.
Pihak keluarga mengaku cukup shock atas kejadian itu, apa lagi setelah pihak kepolisian menghentikan penyelidikan dan menyatakan korban murni tewas bunuh diri. Cerita Adik kandung korban, selama satu tahun ini pihak keluarga mengaku sering di datangi korban dalam mimpi.
Bahkan ada sejumlah kerabat mereka yang kesurupan, " Kalau dalam mimpi dia (leolita,red) bilang diperkosa tiga orang lalu di bunuh, setelah tewas baru digantung pakai tali. Dia minta pelakunya di tangkap," ucap kerabat korban.
Keluarga Leolita membantah, jika korban sempat terlibat masalah dengan sang pacar dan mengirimkan pesan berantai yang menyatakan ingin mengakhiri hidupnya kesejumlah kerabat. Pasalnya, pihak keluarga selalu melakukan komunikasi dan korban selalu mencerikan semua kedala yang dihadapi.
"Satu hari sebelum Los kontak, kakak cerita lewat hendphone dia tidak betah tinggal di lokasi PT dan mau berhenti kerja. Itu karena ada orang dilokasi perusahaan yang terus mengejar dia, menyatakan suka dan ingin menikahi dia, tapi ditolak," ujarnya.
Saat ini, pihak keluarga masih mengupayakan untuk membongkar kasus itu kembali, melalui jalur hukum. Kendati pihak kepolisian telah memvonis korban tewas bunuh diri.(jil)
Friday, May 27, 2016
Bidan Cantik Diduga Tewas Dibunuh Lalu Digantung
MUARA TEBO-Satu tahun kematian bidan cantik Anita Leolita yang ditemukan tewas tergantung di rumah dinas klinik PT RAU di Desa Sungai Lali, Kecamatan Serai Serumpun, masih menyimpan sejumlah misteri. Pihak keluarga menolak kesimpulan yang menyatakan korban tewas bunuh diri. Keluarga korban menuntut kasus ini kembali diungkap, lantaran banyak kejanggalan yang ditemukan dalam kematian korban. Hasil penyelidikan pihak kepolisian, korban dinyatakan murni tewas bunuh diri menggunakan seutas tali nilon jemuran warna biru sepanjang lima meter yang digantungkan di atas palang pintu kamar sang bidan. Ditambah lagi dengan bukti ditemukannya sejumlah pesan singkat dari handphone korban yang ditujukan kepada pihak keluarga dan pacar korban yang menyatakan tidak bisa hidup jika sang pacar menikah. Keluarga korban menyatakan, kejagalan ditemukan pada bekas jeratan penuh yang melingkar pada leher korban, sedangkan tali tersebut hanya menggantung di leher bagian depan. Saat tergantung korban juga tidak menjulurkan lidah, posisi kaki korban masih menopang di atas kursi dan handphone korban ditemukan di atas kasur dengan bercak darah. Dugaan itu menguatkan alibi pihak keluarga, jika korban bukan tewas bunuh diri tapi sengaja dibunuh dengan cara dijerat mengunakan seutas tali dari arah belakang. "Kemugkinan korban di jerat dari arah belakang, sehingga lidah menarik ke dalam. Untuk menghilangkan barang bukti, bisa saja pelaku merekayasa agar korban terlihat tewas bunuh diri," ucap Jaya adik kandung korban, kemarin (28/5/2016). Meskipun sudah satu tahun kasus bidan cantik ini berlalu, pihak keluarga mengaku tetap tidak menerima hasil kesimpulan yang menyatakan korban tewas bunuh diri. "Kami minta kasusnya di ungkap lagi," pintanya. Pemberitaan sebelumnya, Anita Leolita ditemukan tewas tergantung, Sabtu (23/5/2015) sekujur tubuhnya sudah menghitam dan membusuk lantaran empat hari ditemukan setelah tewas. Beberapa warga setempat mengatakan banyak hal mencurigakan dari tewasnya Anita. Berbagai isu miring pun mengiringi kematian perempuan yang belum menikah ini. Seorang warga di sekitar tempat lokasi kejadian perkara yang tak mau disebut namanya, mengatakan ada bercak darah di celana korban. Hal ini membuat warga sekitar menduga-duga bahwa Anita bukan bunuh diri. Melainkan korban pembunuhan. "Bahkan ada yang bilang mungkin diperkosa laku dibunuh," kata warga. (jil)
Sunday, November 29, 2015
“Bukan salah ibu mengandung tapi salahke bapak yang punyo burung,”
Sababiah,,,wak tuo be kopiah putih
Minggu pagi (29/11) 2015, suasano cerah dengan segalo keindahan, tawo kelakar kawan-kawan Se-pejuangan, mengiringi terbukanyo pintu jendelo dunio dipagi ini.”ahhhhhhhhhhh” malasnyo nak aktivitas yang monoton setiap hari. “Persetan dunio, persetan aktivitas, persetan galonyo, persetan yang ngomong, persetan yang baco, persetan dan setan-setan lainnyo,,,,hahahahaha” jerit aku dalem hati, dipagi yang cerah sekitar pukul 11.00 WIB.
Maklum bro, kalu kenceng-kenceng teriaknyo kawan sebelah bakal ngatoi aku saraf, Minggu gitu loh,,,,,hahahhaha. Abis melek dunio, aku langsung cuci muko keluar dari pintu kosan yang membosankan.
Wedewwwww,,,, ruponyo mentari sudah naik tinggi, dak tau naiknyo pake tango apo pake tali.Hahahahhahaha,,,,,hari Minggu ini, cuek bae iyo dak,,,,hahahhahahahha. Duh laper pulok,,,,untung kawan sebelah kamar nawari nasi bungkus yang baru dio beli, aman raso lapar pun hilang.
Pake semile yang lebar aku melangkah idak Ragu-ragu, “Sini berani nawari tapi idak tanggungjawab, kalu aku buncit siapo yang nak ngurus” Aku amek nasi bungkus tanpo baso-basi. wangi aroma daun pandan menyerbak dari bungkus nasi yang masih anget yang aku pegang,
“bro,,,,wangi ye.” Tanyo aku ke Juminta kawan aku yang kurus setengah hidup di alam dunia. “Kau beli nasi berapo,,,ribu?” Tanya aku lagi yang jadi boss dadakan.
“Rp10 ribu bang,,,” jawab Juminta yang kecewa nasiny aku ambek.”Apo,,,,Rp10 ribu, ini nasi kucing, kucing bae dak doyan kau kasih. Sano ambik duit aku dalem komper di kamar, ganti nasi ini beli yang mahalan dikit,” kata aku lancang.
Masuklah Jumintak kedalem kamar, trus jerit dari dalam. “Bang,,,,koper yang mano nian, katek kopernyo nich. Ini cuma ado duit logam recehan ,” kata Juminta yang nggerutuk dari balik pintu kamar.
“Sudah sano ambek kumpuli, Aku lupo semalem abis sedekah samo fakir miskin, sekoper nian aku abiske, tinggal receh buat kau jadilah,” umbar aku yang lebih dulu sudah makan nasih bungkus. “Ah,,,,,mudi kau bang,,,,dak kado receh mak ini di kasih aku, nasi kucing-nasi kucing masih disikat jugo, tau nian ee kucingnnyo nasi lemak,” hahahhahahahahah, kato juminta yang kecewa.
“Aku cuma nak ngetes bae Ta, ada racun apo idak nasi nich, cuih,,,cuih,,,cuih,” aku ludahi nasi. “Nah kalo kau galak ambek lah, nasinya aman bebas formalin aku la cicip,” hahahahah mati kutu Jumintak.Setelah kalah dengan negosiasi, Juminta akhirnyo nyerah terus dio mintak kopi saset yang ado di lemari Aku,
“Sudah kalo kopi ambeklah sano, sekalian bikin duo. Hidup di dunio harus banyak-banyak amal, jangan pelit jadi wong. Wong miskin pelit idak katek pengaruh di dunio,” hahahahaha, rasolah kau Ta.Abis cerito panjang lebar, akhirnyo punyo ide setelah ngebahas musim duren. “Nah aku nak beli duren bae kalu cak itu,,,”.
Ngengkol motor langsung pegi aku tancap gas. “ngeng,,,,,,, nah mogok pulok abis bensin”.Nasib ruponyo belum bepihak dengan kito, sudah dorong nyampe depan depot bensin eceran ado kakek-kakek tuo pake kopiah putih, baju kemeja biru mudo, bawak buntelan kecik datang dengan napas mengas.
“Ngapo wak kamu tu nak kemano,” aku kasian jingok dio la tuo, bejalan kaki deweaan ditengah hari.
“Aku nak kesano balek, capek nian maklum badan la tuo,” kato wak itu, kesian nian. “Sudah melok aku bae agek, tunggu denget aku ngisi bensin dulu, nak ke arab, papua sano jadi,” kato aku tulus nak bantu. “Berapo bik hargo bensi nich,” kato aku ke penjual bensin sambil ngeluarke duit Rp10 ribu.
“Wak payo kito jalan, tenang aman bae idak usah bayar. Motor nich hemat, isi seliter pacak nyampe ke hongkong,” kato aku nawari wak kopiah putih. Lamo kami bejalan ado becak setengah jam la lewat jembatan, lewat dusun laju aku bingung.
“Wak,,,,,nak kemano kito nich,” dijawab wak tu lurus bae belok kanan. Lamo wak tuo itu dak ngomong-ngomong lagi. Aku tanyo lagi uwak itu soalnyo bensin la nak abis. “Wak,,,nak kemano kito nich,” dijawab uwak itu, “aku nak balek ke Jambi,” waiiiiiiii alangke jauhnyo ngancap ke Jambi wkwkwkwkwkw.
Ai dem gawat jugo, nich. “Yo kalu cak itu aku nganter sampe simpang jalan besak bae Wak, agek ado mobil ngarah ke Jambi,” kato aku samo Wak tuo itu, yang samo-samo gelisah.
“Yo jadi dak apo-apo Nang, sampe jalan besak bae,” katonyo. Becepat aku kebut motor biar cepet sampe, Alhamdulillah kami la sampe di jalan besak,” Nah wak, sampe sini bae yo,,,,” kato aku yang nak becepet belari. Sebenernyo aku kasihan jugo jingok wak tuo bekopiah putih itu.
Sudem turun dari motor, aku melok turun jugo langsung aku deketi. “Nah, wak ini duit Rp50 ribu buat jajan, kalu lapar buat makan, kalu aus buat minum. Denget lagi ado mobil ngarah ke Jambi. Naek lah mobil itu yo,,,” kato aku sambil mintak maaf dak pacak ngantar ke Jambi, hhuhihihi.
“Iyo terimo kasih nian Nang la nganter wak, Wong miskin pelit idak katek pengaruh di dunio,” ya samannnnnn,,,,,samo nian, jawaban aku samo jumintak tadi. Ai dem kalu malaikat nian, sudah pamitan aku langsung balek aku becepat sambil bepikir. “Dak jadi beli duren,,,biarlah yang penting miskin banyak amalnyo,” wkwkwkkwkwkk.
“Budaya Timur” Budaya yang Tak kenal Logika
Wednesday, May 27, 2015
Sunday, October 5, 2014
Perayaan Idul Adha
Tuesday, April 1, 2014
lomba menulis
Thursday, March 27, 2014
Tes psikologi, Penipuan berkedok ilmiah
Definisi tes psikologi atau lebih dikenal sebagai psikotes
adalah tes untuk mengukur aspek-aspek individu secara psikis, dalam hal ini
yang diukur adalah kecenderungan perilaku. Pernahkah anda mengikuti tes pisikotes,?
Biasanya penerapan tes pisikotes ini kerap kali digunakan disaat menyambut
ajaran baru calon mahasisiwa perguruan tinggi ternama, dan tidak jarang pula
diterapkan oleh perusahaan untuk menyambut para pengangguran yang hendak
melamar perkerjaan, bahkan sepak terjang dari tes pisikotes ini hampir saja
dibakukan menjadi ajang kontes kemampuan di wilayah indonesia khususnya.





